Kontan.co.id

Satgas PRR: 103 Unit Huntap CSR Buddha Tzu Chi Di Taput Rampung 100 Persen

Huntap adalah tempat tinggal permanen yang dibangun oleh pemerintah/ pihak terkait bagi para korban bencana alam yang kehilangan rumah.

TK
Tim KONTAN Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:39 WIB
Satgas PRR: 103 Unit Huntap CSR Buddha Tzu Chi Di Taput Rampung 100 Persen
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Teddy Paul H Siagian dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, di Posko Nasional Satgas PRR, Kemendagri Jakarta, Selasa 21 Oktober 2026 (Dok. Tim Media Satgas PRR).

KONTAN.CO.ID - JAKARTA, KONTAN – Salah satu  fokus pemulihan pascabencana Sumatra yang ditekankan oleh Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, adalah pembangunan hunian tetap atau huntap.

Huntap  adalah tempat tinggal permanen yang dibangun oleh pemerintah atau pihak terkait bagi para korban bencana alam yang kehilangan rumah atau harus direlokasi dari daerah rawan bencana. Klasifikasi huntap  diatur dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 300.3.8-168 tahun 2026. Keputusan ini antara lain berisi pedoman teknis bantuan perbaikan dan pembangunan rumah masyarakat di ketiga provinsi terdampak yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Ada beberapa klasifikasi Huntap.  Kalsifikasi Insitu ialah huntap yang direhabilitasi atau dibangun di lokasi semula oleh Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB). Sementara itu Huntap Eksitu Mandiri ialah pembangunan hunian dengan pemindahan ke lokasi pilihan atau swadaya sendiri. Sedangkan pembangunannya  dilaksanakan oleh BNPB.

Sementara itu  Huntap Eksitu Terpusat/Komunal adalah pembangunan pada lokasi baru yang dikoordinasikan pemerintah (kementerian/lembaga) Bersama pemerintah daerah. Pelaksana yakni Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)  dan pihak lain (Polri, Budha Tzu Chi, Kemenpolkam, Baznas, Pemda, Kadin, LSM, Danantara, Welly Salim, dll).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan  Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Teddy Paul H Siagian, dalam paparannya pada rapat dan konferensi pers Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fasilitas Kelautan dan Perikanan serta Fasilitas Perumahan  dan Permukiman di Sumatera, di Posko Satgas PRR, Kementerian Dalam Negeri, 21 Oktober 2026, menjelaskan berbagai capaian dan tantangan yang dihadapi.

Dia mengatakan pembangunan huntap di beberapa daerah telah rampung 100 persen. Serah terima hunian bahkan telah dilakukan. "Tapanuli Utara semua sudah tuntas, 103 unit," kata dia memberi contoh.

Meskipun demikian, dia menyoroti  beberapa persoalan terutama terkait ketersediaan lahan. Di antaranya lahan untuk huntap yang akan dibangun oleh pihak swasta dengan skema  CSR,  seperti  yang akan dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi ini.

Menurut Teddy Paul, di beberapa daerah belum tersedia lahan, padahal pihak yang bersedia untuk membangun sudah siap. Ia memberi contoh di Kabupaten Agam. Oleh karena itu Teddi Paul Siagian berharap permasalahan penyediaan lahan dapat segera diatasi.

Di tempat yang sama, Kasatgas PRR, Tito Karnavian, menegaskan agar persoalan penyediaan lahan dapat dibantu oleh pemerintah daerah. Ditegaskannya, bahkan Presiden Prabowo sudah menyampaikan imbauan agar ketersediaan lahan bagi pembangunan hunian korban bencana mendapat dukungan Pemda. Misalnya, lahan berstatus HGU  yang sudah habis masa berlakunya, dapat dialokasikan untuk korban bencana.

"Kalau nggak klir, terpaksa dipindahkan ke tempat lain, jangan marah, karena pemerintah daerahnya tidak bisa menyelesaikan dengan baik," jelas Tito.

Pembangunan huntap yang berasal CSR Buddha Tzu Chi, dari data Kementerian PKP, untuk Provinsi Aceh targetnya 1.000 unit dan sudah selesai 534 unit. Yakni berada di Aceh Utara sebanyak 240/500 unit dan Aceh Tamiang 294/500 unit.

Untuk 100 unit tahap 1 di Aceh Utara sudah serah terima, 80 unit tahap 2 Fase A-1 progresnya 100 persen. Selanjutnya 50 unit tahap 2 fase A-II progresnya persiapan konstruksi, 60 unit tahap 2 fase B sudah 100 persen, 48 unit tahap 2 fase B 44 persen, 72  unit tahap 2 fase C progresnya pematangan lahan, dan 90 unit tahap 2 fase D juga masih pematangan lahan.

Sedangkan di Aceh Tamiang, 108 unit tahap 1 Fase A progresnya sudah 100 persen dan serah terima. 75 unit tahap 1 Fase B sudah 100 persen, 89 unit Tahap 2 sudah 100 persen, 22 unit Tahap 2 sudah 100 persen, dan 206 unit tahap 2 progresnya sudah 55 persen.

Di Sumatera Utara, target rumah yang dibangun adalah 1.103 unit, dan sudah diselesaikan 582 unit. Di Tapanuli Selatan dari 247/441 unit, sudah 120 unit tahap 1 fase A yang serah terima, dan 107 unit tahap 1 fase B juga 100 persen dan serah terima. Ada 20 unit tahap 2 fase A yang sudah 100 persen. 98 unit tahap 2 fase A progresnya sudah 78 persen, dan 96 unit tahap 2 fase B dalam persiapan konstruksi.

Di Tapanuli Utara Sumut, dari 103 unit sudah serah terima semua. Yakni 68 unit tahap 1 fase A dan 35 unit tahap 1 fase B.

Di Sibolga Sumut, dari 114/200 unit, sebanyak 114 unit tahap 1 fase A sudah 100 persen dan serah terima. Ada 86 unit lainnya pada tahap 1 fase B progresnya 67 persen.

Di Tapanuli Tengah, dari 118 unit sudah serah terima semua atau 100 persen. Sedangkan di Padang Sidimpuan dari 241 unit pada tahap 1 dalam persiapan konstruksi.

Di Sumatera Barat, target perumahan mencapai 500 unit dan sudah selesai 69 unit. Di Padang, 39 unit tahap 1 fase 1A-I progresnya 100 persen. Begitu juga 30 unit tahap 1 fase 1A-II sudah 100 persen. Sedangkan 12 unit tahap 1 fase 1A-II, 72 persen, 72 unit tahap 1 fase 1B progresnya 19 persen, 140 unit tahap 2 pematangan lahan, 47 unit tahap 3 pematangan lahan.

Adapun di Agama Sumbar, dari 160 unit pada tahap 1 progresnya masih pada identifikasi dan persiapan alih status lahan.

Untuk target penyelesaian adalah sampai dengan Oktober 2026 1.185 unit dan sampai dengan Desember 2026 sebanyak 1.418 jumlah unit. Dengan begitu, total keseluruhan unit 2.603.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News