Kontan.co.id

Rekonstruksi SPAM Galudua Dikebut, Ratusan Rumah Tangga Menikmati Air Bersih

Salah satu infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang adalah jaringan air bersih, yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

TK
Tim KONTAN Jumat, 06 November 2026 | 13:08 WIB
Rekonstruksi SPAM Galudua Dikebut, Ratusan Rumah Tangga Menikmati Air Bersih
ILUSTRASI. Struktur bangunan penangkap air (intake) beton kedap material dan jaringan pipa penyadap SPAM Galudua yang selesai dibangun di celah lereng tebing Gunung Singgalang, Nagari Koto Tuo, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (02/11/2026). Konstruksi baru berdesain kedap ini dirancang untuk melindungi sumber mata air murni warga dari bahaya timbunan sedimen lahar dingin di masa depan (DOK: TIM MEDIA SATGAS PRR).

KONTAN.CO.ID - Agam – Salah satu infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang adalah jaringan air bersih, yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengebut pemulihan jaringan air bersih tersebut.

Pemulihan itu melalui rekonstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) Galudua, di Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto.

Proyek yang dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp 461,87 juta. Sampai dengan awal November 2026, progres fisiknya sudah 90% dan memasuki tahap penyelesaian akhir.

Pengerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan kembali bangunan penangkap air atau intake, bak penampung, serta perbaikan jaringan perpipaan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah saat diterjang galodo dari lereng Gunung Singgalang pada 27 November 2025.

Rusaknya intake dan jaringan pipa tersebut, membuat pasokan air bersih untuk warga terputus. Dua pekan lamanya pasokan tidak ada. Sampai kemudian masyarakat bergotong royong mengumpulkan dana membeli air bersih yang itu didistribusikan melalui mobil tangki.

Wali Nagari Koto Tuo, Irvan Darwin, mengatakan kerusakan jaringan Pamsimas berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat. Banyak masyarakat dalam kebutuhan akan air bersih rumah tangga, mengandalkan sistem tersebut.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Agam, Hermon Triyoga, menyebut terdapat 14 paket pekerjaan SPAM yang didanai melalui TKD Tambahan di Kabupaten Agam. Total nilai pekerjaan di bidang Cipta Karya tersebut mencapai lebih dari Rp7 miliar dan seluruh paket telah dikontrakkan.

TKD Tambahan adalah  ialah transfer dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah di luar TKD regular. Tujuan utamanya untuk membantu kapasitas keuangan daerah dalam rangka pemulihan bencana, pelayanan publik dan kebutuhan mendesak lainnya.

Ketua Kelompok Pengelola SPAM Galudua, Hendra, mengatakan pekerjaan fisik saat ini tinggal menyelesaikan sejumlah bagian. Diantaranya adalah pengecatan bak penampung, perapian pipa saring, serta pengecoran jembatan sling perpipaan. Penyambungan pipa transmisi dari intake hulu masih menunggu kedatangan material.

"Kalau untuk pengerjaan fisik, kita tinggal finishing, sudah sekitar 90%," ujar Hendra.

Rekonstruksi SPAM Galudua dirancang melayani 323 kepala keluarga atau lebih dari 1.000 jiwa di Jorong Galudua. Jika digabung dengan Jorong Koto Baru dan Pakan Usang, maka penerima manfaatnya bisa lebih dari 400 rumah tangga.

Pemulihan jaringan air bersih ini, adalah bentuk pemulihan terhadap layanan dasar masyarakat. Pasokan air tidak saja menyangkut kebutuhan untuk rumah tangga. Bahkan mendukung aktivitas masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pengolah hasil pertanian.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, sebelumnya menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari jumlah pengungsi yang berkurang.

"Variabel yang kita lihat bukan hanya pengungsi, tapi juga sungai, sawah, tambak, dan infrastruktur lainnya. Semua itu menjadi bagian dari pemulihan," kata Tito.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan pemulihan pascabencana melalui  realisasi TKD Tambahan.

Tito menegaskan, TKD Tambahan  perlu segera dimanfaatkan secara optimal. Daerah terdampak diminta memprioritaskan pemulihan, terutama perbaikan infrastruktur yang rusak. Sementara itu, daerah yang tidak terdampak secara langsung dapat menggunakan anggaran tersebut untuk memperkuat mitigasi bencana.

“Nah, bagi yang tidak terkena, silakan digunakan, dalam rangka untuk antisipasi bencana. Itu luas. Saya berikan kesempatan luas sekali, penggunaannya. Ya, bisa untuk membangun, memperkuat jalan, memperkuat jembatan, memperkuat infrastruktur, daerah-daerah yang rawan bencana,” ujar Tito.

Arah Pemulihan dalam Renduk PRRP Sumatera

Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera 2026–2028 mengarahkan pemulihan infrastruktur air minum melalui penyediaan layanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, aman, dan berkelanjutan.

Renduk PRRP adalah dokumen kebijakan nasional yang disahkan melalui Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun 2026. Dokumen ini berfungsi untuk memandu pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera.

Strateginya mencakup pemulihan sambungan rumah yang terputus, rehabilitasi jaringan distribusi SPAM, serta penyediaan air minum darurat pada masa transisi sebelum jaringan kembali berfungsi. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip Build Back Better, Safer, and Sustainable (BBBSS), yakni membangun kembali infrastruktur agar lebih baik, aman, dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News