KONTAN.CO.ID - ACEH UTARA - Pemerintah mempercepat normalisasi Sungai Lueng Raja di Desa Gelumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Pengerukan sungai tersebut adalah bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi risiko banjir. Tidak hanya itu, juga dalam rangka memulihkan kegiatan ekonomi masyarakat pesisir pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025.
Proyek penanganan muara sungai tersebut menelan biaya Rp14 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir November 2026.
Untuk pengerjaannya, ekskavator dikerahkan untuk melakukan pengerukan sedimentasi yang terlihat menumpuk pada aliran sungai. Lumpur akibat banjir sebelumnya membuat sungai menjadi dangkal sehingga kapasitas aliran air berkurang. Ketika hujan turun, air lebih mudah meluap ke permukiman dan kawasan tambak warga.
Normalisasi penting dilakukan karena Sungai Lueng Raja ini terhubung dengan sejumlah desa di Kecamatan Dewantara dan Muara Batu. Aliran sungai tersebut juga bermuara ke Samudera Hindia.
Geuchik Gelumpang Sulu Timu, Waliyunis, mengatakan kerusakan tebing sungai akibat banjir sebelumnya berdampak langsung terhadap tambak masyarakat. Dengan dilakukan pengerukan itu, membantu petani bisa mengatur lagi sirkulasi air dalam melakukan budidaya atau produksi garamnya.
Menurut Waliyunis, sebagian besar penduduk desa menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan. Hampir 60% masyarakat bekerja di perikanan tangkap dan sekitar 30% bergerak di perikanan darat. Selebihnya merupakan petani sawah.
Manfaat normalisasi mulai dirasakan petani tambak. Wahyu Saputra, salah seorang petani, mengatakan pendangkalan sungai sebelumnya membuat air tidak dapat mengalir dengan baik. Ia kesulitan memasukkan maupun membuang air dari tambaknya.
“Kalau sebelumnya, bagaimana mau bekerja? Memasukkan air tidak bisa, membuang air juga tidak bisa. Sekarang sudah bisa,” kata Wahyu.
Aliran sungai memang sudah terbuka, tapi pemulihan belum selesai. bagian dalam tambaknya masih dangkal akibat material banjir. Air yang sudah dapat dialirkan belum bisa bertahan lama karena kondisi tambak masih membutuhkan pengerukan.
Waliyunis berharap pemerintah melanjutkan rehabilitasi tambak dan memberikan dukungan modal usaha agar petani dapat kembali berproduksi. Menurut dia, sebagian tambak sudah beroperasi, tetapi masih ada lahan yang belum dapat digunakan karena belum direhabilitasi.
Renduk PRRP Sumatera dan Pemulihan Sungai
Normalisasi Sungai Lueng Raja sejalan dengan arah penanganan infrastruktur sumber daya air dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera. Pemulihan sungai dan saluran air menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko banjir susulan sekaligus melindungi infrastruktur dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Menurut data Renduk, sungai yang mengalami kerusakan akibat bencana Sumatera mencapai 127 sungai. Ini sebuah kerusakan yang harus mendapat perhatian, mengingat sungai merupakan infrastruktur sumber daya air.
Menurut Renduk, sungai yang rusak akibat bencana Sumatera berjumlah 35 di Aceh, 51 di Sumatera Utara, dan 41 di Sumatera Barat.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memberi perhatian serius pada penanganan sungai. Ia meminta percepatan penanganan sungai-sungai terutama yang mengalami sedimentasi. Menurut dia, penumpukan sedimen mengurangi kapasitas tampung sungai dan meningkatkan risiko luapan ketika curah hujan tinggi.
“Begitu sedimennya tinggi, ada curah hujan tinggi, dia (air) meluber menjadi banjir. Artinya ada terus susulan-susulan (bencana) dan kami sedang bekerja (menangani itu),” ujar Tito.
Renduk PRRP Sumatera mengarahkan pemulihan secara bertahap dengan memperhatikan ketahanan infrastruktur dan pengurangan risiko bencana. Dengan demikian, normalisasi sungai tidak hanya ditujukan untuk memperlancar aliran air, tetapi juga menjaga keberlanjutan permukiman, lahan produksi, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News