Kontan.co.id

Gelar Pasar Murah, Pemkot Medan Gelontorkan Rp1,23 Miliar dari TKD Tambahan

Pemerintah Kota Medan memanfaatkan TKD Tambahan sebesar Rp1,23 miliar untuk menggelar operasi pasar murah bagi masyarakat terdampak.

TK
Tim KONTAN Rabu, 04 November 2026 | 11:51 WIB
Gelar Pasar Murah, Pemkot Medan Gelontorkan Rp1,23 Miliar dari TKD Tambahan
Suasana penyelenggaraan operasi pasar murah di Kantor Lurah Kota Bangun, Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan pada Kamis (29/10/2026). (Dok: Tim Media Satgas PRR)

KONTAN.CO.ID -  Banyak kegiatan yang bisa digunakan oleh pemerintah daerah dari tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD Tambahan) yang digelontorkan pemerintah dalam membantu pemulihan rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana Sumatera. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Medan, yang memanfaatkan TKD Tambahan sebesar Rp1,23 miliar untuk menggelar operasi pasar murah bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.

Program ini ditujukan untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus membantu memulihkan daya beli warga setelah banjir. Pemanfaatan TKD Tambahan 2026 ini sudah ditegaskan juga sebelumnya oleh Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian.

“Jangan sampai enggak dimanfaatkan. Tujuan-tujuan kita adalah kami memperjuangkan tambahan TKD tersebut dua kali di bulan Februari dan di bulan Agustus, tujuannya adalah memperkuat kemampuan keuangan daerah sehingga daerah juga bisa bergerak paralel,” ujar Tito.

TKD Tambahan adalah  tambahan alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang diberikan kepada pemerintah daerah di luar TKD reguler. Tujuannya  untuk keperluan mendesak, pemulihan pascabencana, maupun untuk menjaga stabilitas fiskal dan operasional daerah.

Menurut Surat Edaran Mendagri tentang TKD Tambahan, dana ini dapat dipergunakan pada seluruh rangkaian program penanganan bencana, mulai dari program kegiatan prabencana, program kegiatan masa tanggap darurat, dan program kegiatan pascabencana.

Operasi pasar murah bila merujuk pada SE Mendagri, termasuk juga dalam kegiatan pascabencana, yaitu program kegiatan pemulihan sosial, ekonomi, dan  budaya. Selain itu kegiatan  yang termasuk program kegiatan pascabencana ialah perbaikan lingkungan daerah bencana;  perbaikan prasarana dan sarana umum; pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat; pemulihan sosial psikologis; pelayanan kesehatan; rekonsiliasi dan resolusi konflik; pemulihan keamanan dan ketertiban;  pemulihan fungsi pemerintahan; dan pemulihan fungsi pelayanan publik.

Operasi pasar murah yang dikoordinasikan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kota Medan, dilaksanakan di 19 kecamatan. Program tersebut sudah berjalan sejak Agustus 2026 dan akan terus berlangsung hingga Desember 2026.

Kepala Diskop UKM Perindag Kota Medan, Hendra Ridho Gunawan Siregar, mengatakan anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan program tersebut  sebesar Rp1,23 miliar (Rp 1.233.918.000).

"Pasar murah ini kan bagaimana harga itu tetap terjangkau dan harga Bapokting (Barang Pokok dan Barang Penting) itu tetap stabil. Itu aja intinya. Ketersediaan barang, terjangkau masyarakat, dan harga tetap stabil.," ujar Hendra.

Dalam operasi pasar yang digelar itu, Pemkot Medan menjual beras seharga Rp 13.500 per kilogram dan minyak goreng Rp 15.500 per liter. Tentu saja harga-harga itu lebih murah daripada yang dijual di pasar biasa. Seperti beras sejenis di pasar biasa mencapai sekitar Rp 15.500 per kilogram.

Sementara itu, harga minyak goreng yang dijual dalam operasi pasar juga berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Diskop UKM Perindag Kota Medan, Isnaini Hairina, mengatakan beras menjadi salah satu komoditas yang diprioritaskan. Mengingat komoditas tersebut memang banyak dibutuhkan masyarakat dan harganya cenderung meningkat menjelang akhir tahun.

Disediakan 500 karung beras per kelurahan setiap hari oleh Pemkot Medan. Untuk minyak goreng, disediakan 50 kotak dengan isi 12 kemasan per kotak. Distribusi dilakukan bergiliran melalui kantor kelurahan di 19 kecamatan.

"Target kita supaya masyarakat dapat membeli kebutuhan terutama beras dengan harga murah. Ke depannya, kita juga berharap bisa ikut memulihkan ekonomi dan menjaga kestabilan harga," kata Isnaini.

Penambahan komoditas lain yang akan dijual juga dibuka kemungkinannya. Seperti gula dan juga telur. Untuk menjaga ketepatan sasaran, warga yang hendak membeli diwajibkan menunjukkan KTP dan merupakan penduduk kelurahan setempat. Pembelian beras dibatasi maksimal 20 kilogram atau empat karung ukuran lima kilogram per orang per hari.

Warga menyambut baik program pasar murah ini. Rusdiana Sinaga misalnya. Ia ada warga Kelurahan Kota Bangun. Dia membeli empat karung beras ukuran lima kilogram dan dua kemasan minyak goreng dengan total belanja Rp 301.000.

"Lumayan, lebih murah dibandingkan kedai biasa. Terbantu karena lebih murah," ujarnya.

Jainudin Lubis, warga Kelurahan Sei Putih Timur II, menyampaikan hal serupa. Tiga karung beras ukuran lima kilogram ia belu. Juga dua liter minyak goreng. Menurut dia, selisih harga beberapa ribu rupiah saja cukup berarti bagi rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran.

"Kalau orang yang berumah tangga ini kan cari yang murah-murah. Beda Rp 5.000 sampai Rp 10.000 pun diambil," kata Jainudin.

Pemulihan Ekonomi dalam Renduk PRRP Sumatera

Operasi pasar murah sejalan dengan arah Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera yang menempatkan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Renduk mengarahkan pemulihan ekonomi melalui penguatan sektor usaha produktif, revitalisasi pasar rakyat, peningkatan infrastruktur distribusi, serta pemberdayaan koperasi dan UMKM. Rehabilitasi pasar dan fasilitas distribusi lokal juga diarahkan agar lebih tangguh menghadapi risiko banjir, memiliki akses darurat, serta fasilitas penyimpanan yang tahan terhadap cuaca ekstrem.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemulihan harus terus berjalan hingga 2028.

"Poin yang paling penting adalah pemulihan percepatan rehab-rekon bencana Sumatera terus berjalan dan ini berjalan sampai tahun 2028," ujar Tito. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News